0 Membuat Server Debian 6 Squeeze Lengkap

Sunday, October 19, 2014

Membuat Server Debian 6 Squeeze Lengkap


debian squeeze 
Dalam tutorial kali ini, kita akan membahas tentang server untuk jaringan. Sebelum masuk pada bagian yang bersifat teknis yaitu instalasi dan konfigurasi aplikasi dan layanan server, terlebih dahulu saya jelaskan tentang server. Server sesuai dengan namanya, bisa diartikan sebagai pelayan pada suatu jaringan komputer. Server adalah komputer yang berfungsi untuk melayani, membatasi, dan mengontrol akses terhadap client-client dan sumber daya pada suatu jaringan komputer. Server didukung spesifikasi/kemampuan hardware yang besar (berbeda dengan komputer biasa), server juga menggunakan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan.
Umumnya, di dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur client/server. Contoh dari layanan server adalah DHCP, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS server, dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut, meskipun pihak ketiga dapat pula membuat layanan tersendiri. Setiap layanan tersebut akan merespon request dari client.
Sebagai contoh, DHCP client akan memberikan request kepada server yang menjalankan layanan DHCP Server; ketika sebuah client membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh DHCP Server, yaitu protokol DHCP itu sendiri.
Sekarang, kita akan membahas yang lebih teknis, yaitu membuat Server dengan menggunakan Debian 6 “Squeeze” melalui bantuan aplikasi VirtualBox. Aplikasi dan layanan yang akan dibuat pada server ini meliputi:
  1. Modul 1 : Konfigurasi Interface Network pada Debian 6 Squeeze
  2. Modul 2 : Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze
  3. Modul 3 : Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze
  4. Modul 4 : Instalasi CMS WordPress pada Web Server Debian 6 Squeeze
  5. Modul 5 : Instalasi & Konfigurasi DHCP Server Debian 6 Squeeze, Routing Internet dari PC Client
  6. Modul 6 : Instalasi dan Konfigurasi FTP Server Debian 6 Squeeze
  7. Modul 7 : Instalasi dan Konfigurasi Mail Server Debian 6 Squeeze
  8. Modul 8 : Instalasi dan Konfigurasi Web Proxy Debian 6 Squeeze
Read more

0 Instalasi dan Konfigurasi Proxy Server Debian 6 Squeeze

This summary is not available. Please click here to view the post.
Read more

0 Konfigurasi Interface Network pada Debian 6 “Squeeze”

Konfigurasi Interface Network pada Debian 6 “Squeeze”


Sekarang kita lanjutkan cara konfigurasi adapter network pada VIrtualBox dan interface network pada Debian.

A. KONFIGURASI NETWORK ADAPTER PADA VIRTUALBOX

  1. Pada sistem operasi Debian, konfigurasi network adapter 1 sebagai Host-only adapter, dan adapter 2 sebagai Internal network. Caranya seperti tahapan pada gambar berikut:
    1-debian adapter
    .
  2. Sementara pada PC client (Windows XP), lakukan pengaturan network hanya pada adapter 1 yaitu sebagai Internal network. 1-windows adapter

B. KONFIGURASI NETWORK PADA WINDOWS XP GUEST
Windows XP Guest maksudnya adalah sistem operasi yang sudah diinstall pada VirtualBox. VirtualBox itu sendiri terinstall di PC Host, yang dalam PC saya menggunakan Windows 7. Langkah-langkah konfigurasi network pada Windows XP Guest adalah sebagai berikut:
  1. Dari menu [Start] >> [Control Panel]
    1-2-1
    .
  2. Pada jendela Control Panel, pilih [Network and Internet Connections]
    1-2-2
    .
  3. Pada jendel Network and Internet Connections, pilih [Network Connections]
    1-2-3
    .
  4. Pada jendel Network Connections, klik kanan [Local Area Connection] >> [Properties]
    1-2-4
    .
  5. Pada jendel Local Area Connection, pilih tab [General] >> [Internet Protocol (TCP/IP)] >> [Properties]
    1-2-5
    .
  6. Pada jendel Internet Protocol (TCP/IP), buatlah seperti isian pada gambar berikut ini lalu akhiri dengan [OK] >> [Close].
    1-2-6
    .
    .
C. KONFIGURASI INTERFACE NETWORK PADA DEBIAN 6 SQUEEZE
  1. Cek interface eth0 dan eth1
    1-ifconfig
    Kalau kita perhatikan, IP address di Eth0 dan Eth1 belum sesuai dengan desain topologi yang akan dibuat, sehingga harus kita konfigurasi ulang melalui file interfaces.
    .
  2. Konfigurasi Interface eth0 dan eth1
    root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/network/interfaces
    .
  3. Edit script yang terdapat di dalam file interfaces tersebut, sehingga seperti berikut:
    1-interfaces
  4. Restart Interface
    root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/networking restart
    .
  5. Selanjutnya buat domain server kita.
    root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/hosts
    .
  6. Buat script seperti gambar berikut:
    1-hosts
  7. Buat hostname server kita:
    root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/hostname
    .
  8. Buat script seperti berikut:
    1-hostname
Sampai di sini Tahap Konfigurasi Awal untuk membangun server Debian kita anggap selesai.
Read more

0 Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze

Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze


debian squeeze 
Sebelumnya kita telah membahas cara Konfigurasi Adapter Network pada VirtualBox dan Interface Network pada Debian. Selanjutnya kita akan membahas instalasi dan konfigurasi DNS server pada Debian 6 Squeeze.
Untuk instalasi dan konfigurasi DNS server dan Aplikasi server lainnya, kita memerlukan media untuk mengambil paket-paket yang akan diinstalasi tersebut. Paket-paket tersebut dapat diperoleh dari repositori debian melalui internet (http://debian.org, http://kambing.ui.ac.id, dan lain-lain). Untuk keperluan tersebut, server debian kita harus sudah terkoneksi ke internet. Namun dalam praktek ini, kita tidak menggunakan repositori debian, melainkan dari DVD.iso instalasi yang ada dalam hard disk kita. Untuk itu kita harus mengubah mount ke CD/DVD drive dari aplikasi VirtualBox dan Debian. Caranya:
  1. Dari menu utama VirtualBox, ubah mount ke CD.iso instalasi. Klik pada sistem operasi yang berjalan [Debian 6.0.7] >> [Settings] >> [Storage] >> [IDE Controller/Empty] >> ikon CD >>à [DVD.iso instalasi]>> [OK].
    2-mount cd
    Jika menggunakan Debian GUI, langsung saja dari menu [Device] >> [CD/DVD Devices] >> [DVD.iso instalasi] >> [OK].
    2-mount iso
    .
  2. Selanjutnya dari sistem operasi Debian, ubah mount ke CD drive. Gunakan perintah:
    root@server-tkj:/home/habib# apt-cdrom add

    .

  3. Selanjutnya install paketbind9
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install bind9
    .
    .
  4. Setelah instalasi bind9 selesai, masuk ke direktori /etc/bind9/, dan lihat isi direktorinya.
    2-bind9
    .
  5. Kemudian edit isi file named.conf.local
    root@server-tkj:/etc/bind# nano named.conf.local

    .
  6. Buat script seperti berikut:
    2-named.conf.local
    .
  7. Lihat kembali isi direktori /etc/bind/.
    2-bin ls
    .
  8. Copy file db.local menjadi db.smknbi pada direktori yang sama. Kemudian pertahikan hasilnya:
    2-db-smknbi
    .
  9. Copy file db.255 menjadi db.192 pada direktori yang sama, dan lihat hasilnya:
    2-db-192
    .
  10. Kemudian edit isi filedb.smknbi
    root@server-tkj:/etc/bind# nano db.smknbi
    .
    .
  11. Kemudian isi script seperti berikut:
    2-nano db-smknbi
    .
  12. Lalu edit isi filedb.192
    root@server-tkj:/etc/bind# nano db.192
    .
  13. Buat script seperti berikut:
    2-nano db-192.
  14. Edit juga isi file resolv.conf, sehingga seperti berikut:
    nameserver 192.168.100.1
    .
  15. Selanjutnya restart konfigurasi bind9 yang sudah kita lakukan.
    2-restart bind
    .
  16. Untuk mengetahui apakan DNS server sudah berjalan, lakukan tes dns dari localhost. Gunakan perintah dig.
    2-dig smknbi
    .
  17. Atau gunakan perintah nslookup:
    2-nslookup smknbi.Jika ditampilkan seperti gambar di atas, maka konfigurasi DNS server sudah berhasil dengan baik. .
  18. Lakukan juga pengujian dengan perintah ping. Ping ke smknbi.net
    2-ping smknbi
    2-ping www smknbiSampai di sini tahap Instalasi dan Konfigurasi DNS Server sudah selesai
Read more

0 Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze

Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze


debian squeeze 
OK, pada materi sebelumnya sudah dibahas tentang Instalasi dan Konfigurasi DNS Server Debian 6 Squeeze. Dimana fungsi aplikasi tersebut adalah untuk menterjemahkan request client terhadap alamat domain kita. Artinya, setiap client yang akan merequest domain http://www.smkn1gianyar.sch.id maka akan diteruskan ke alamat IP Address Web Server kita. Demikian juga sebaliknya.
Selanjutnya, kita akan melanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu Instalasi dan Konfigurasi Webserver Debian 6 Squeeze.  Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Terlebih dahulu install apache (sebagai web server) dan links (sebagai web  browser)
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install apache2 links
    .
    Jika ada pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol y dan ENTER pada keyboard untuk melanjutkan.
    .
  2. Setelah proses instlasi apache2 dan links selesai, maka web server kita sudah berjalan. Hanya saja tampilannya masih default. Tes dengan browser links ke server smknbi.net
    root@server-tkj:/home/habib# links smknbi.net
    .
    Pada tampilan Welcome, pilih [OK] atau langsung ENTER.3-welcome links

    Selanjutnya jika ditampilkan seperti gambar berikut ini, berarti webserver kita sudah berfungsi dengan baik.
    3-its workUntuk keluar dari tampilan links, tekan pada keyboard tombol q, kemudian ENTER.
    3-exit links
    .
  3. Jika kita ingin mengubah tampilan default webpage utama web server kita, maka lakukan pengeditan pada file index.html yang terdapat pada direktori /var/www/.
    root@server-tkj:/home/habib# nano /var/www/index.html.Edit script yang ada dalam file tersebut. Anda dapat melakukan konfigurasi secara bebas pada file ini untuk menghasilkan tampilan sesuai keinginan Anda, tergantung kreativitas anda. Setelah selesai simpan dengan Ctrl + X lalu Y dan ENTER.
    3-index html
    .
  4. Selanjutnya restart konfigurasi web server, dengan perintah:
    root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2/restart.
  5. Kemudian kita akses kembali  web server dengan menggunakan aplikasi web browser links ke smknbi.net.
    3-its work indo.Jika sudah ditampilkan seperti di atas, berarti konfigurasi pada file index.html yang baru saja kita lakukan, sudah berjalan dengan baik.
    .
  6. Kemudian install paket php5.
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install php5
    .
    Jika muncul pertanyaan: “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol keyboard y lalu ENTER, untuk melanjutkan.
    .
  7. Edit file info.php yang terdapat pada direktori /var/www/.
    root@server-tkj:/home/habib# nano /var/www/info.php
    .

  8. Tambahkan script pada file info.phpsepertiberikutinti:
    <?
    phpinfo();
    ?>
  9. Restart kembali hasil konfigurasi pada file apache2.
    root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2 restart
    .

  10. Sekarang uji akses ke php di server dengan web browser dari PC client. Pada address bar, ketikkan smknbi.net/info.php.
    3-info php
    .
  11. Kembali ke command line server, selanjutnnya Install php5-mysql.
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install php5-mysql
    .

  12. Install juga paket mysql-server.
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install mysql-server
    .
    Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan.
    .
  13. Setelah paket mysql-server berhasil diinstall, muncul form pengisian password root untuk mysql seperti gambar berikut ini. Isikan password.
    3-13
    .
    .
  14. Masukkan kembali password yang sama pada form konfirmasi.
    3-14
    .
    Tunggu hingga proses instalasi selesai.
    .
  15. Selanjutnya kita tes dengan cara mengetikan perintah mysql –u root –p. Jika diminta password, masukkan password saat instalasi mysql-server sebelumnya.
    3-15.
    Jika sudah muncul teks “mysql>” seperti gambar di atas, maka tekan Ctrl + C untuk keluar dari mysql.
    .
  16. Selanjutnya install paket phpmyadmin dengan perintah:
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install phpmyadmin
    .


    Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?”, maka ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan.
    .
  17. Setelah itu akan muncul pilihan web server mana yang akan dikonfigurasi pada phpmyadmin. Pilih apache2, seperti gambar berikut:
    3-17
    .
  18. Jika muncul pesan seperti berikut ini, pilih [No].
    3-18.
    Tunggu hingga proses instalasi selesai.
    .
  19. Setelah itu kita buka konfigurasi file apache.conf pada direktori /etc/phpmyadmin/. (Note: di sini kita tidak menggunakan editor nano, tapi menggunakan editor gedit agar lebih mudah mengcopy-paste script yang ada di dalamnya).
    root@server-tkj:/home/habib# gedit /etc/phpmyadmin/apache.conf
    .

  20. Copykan isi seluruh script pada file apache.conf tersebut ke dalam file apache2.conf yang terdapat dalam direktori /etc/apache2/. Caranya seleksi seluruh script menggunakan mouse atau Ctrl + A pada keyboard. Cari menu [Copy] atau klik kanan pada script yang diseleksi, pilih [Copy]. Kemudian tutup editor gedit. Selanjutnya buka file apache2.conf pada direktori /etc/apache2, dengan perintah:
    root@server-tkj:/home/habib# gedit /etc/apache2/apache2.conf
    .
    Tempatkan kursor di baris paling akhir dari script file apache2.conf tersebut. Kemudian klik kanan, lalu pilih [Paste]. Selanjutnya simpan dan keluar dari editor gedit.
    .(Note: Langkah 19 dan 20 di atas menurut penulis hany opsional saja, karena berdasarkan pengalaman tanpa dibuat seperti 19 dan 20, Web Server kita masih tetap bisa jalan).
    .
  21. Restart apache2 dengan cara mengetikan perintah ini :
    root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2 restart
    .
  22. mLalu kita tes phpmyadmin dengan membuka web browser dari PC client. Ketikkan pada address bar: smknbi.net/phpmyadmin. Pada menu login, masukkan user root dan password yang digunakan pada saat proses instalasi mysql-server.
    3-22
    .
  23. Hasilnya akan seperti gambar berikut:
    3-23
    .
Sampai di sini, tahap Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze telah selesai. Namun web server ini masih kosong. Untuk mengisi kontennya kita ini perlu diinstall aplikasi aplikasi-aplikasi CMS seperti seperti joomla, wordpress, dan lain-lain. Untuk tahap berikutnya kita akan menginstal CMSs wordpress ke dalam Web Server Debian kita.
Read more